Posts

Showing posts with the label Sejarah

Situs Bersejarah di Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan

Image
SITUS BERSEJARAH DI DESA PANTAI ULIN KECAMATAN SIMPUR KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Oleh: Muhammad Fitri) Jum’at 10 Mei 2019, kami dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM angkatan 2017 dan 2018 melaksanakan kegiatan lapangan selama 3 hari yaitu, dari tanggal 10-12 Mei 2019   ke daerah Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. kami berangkat dari Kampus ULM Banjarmasin pada hari Jum’at sekitar pukul 14:30 Wita dan tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 19:40 Wita, kami beristirahat dan tidur di rumah masyarakat setempat, ada 3 buah rumah yang kami gunakan dan ada juga yang menggunakan tenda. Selama 3 hari tersebut, kami melakukan kegiatan lapangan di 3 tempat yang bersejarah yaitu, Mesjid Lama Kamal Balai Emas, Batu Beranak dan Balai Emas.   Untuk itu saya akan mengulas sedikit mengenai pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan ketika mengunjungi ke 3 tempat tersebut. Sebel...
Image
Ada Apa Dengan Tanggal 17 Mei? 17 mei, ada apa dengan tanggal 17 mei. Sehingga  ada beberapa tempat di Kalimantan Selatan ini menggunakan 17 mei sebagai namanya?Pasti Anda memikir-mikir dulu atau membuka-buka buku sejarah, atau bertanya kepada mbah google, sejarah apa yang terjadi pada tanggal tersebut. Pertanyaan di atas hanya sekadar mengingatkan kepada masyarakat Kalimantan Selatan, dan masyarakat Indonesia umumnya, bahwa Kalimantan Selatan juga memiliki sejarah yang sangat menentukan perjalanan bangsa ini dalam membebaskan diri dari para penjajah. Yakni Proklamasi Kalimantan 17 mei 1949 atau yang sering disebut sebagai Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Merupakan proklamasi yang dikeluarkan pada tanggal 17 Mei 1949 yang isinya berbunyi: “ PROKLAMASI “ Merdeka : Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara dari “ALRI” melingkungi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjad...
Image
Warna Kuning Warna Keramat Dalam Budaya Banjar Ketika kalian menginjakan kaki di bumi kalimantan selatan dan pernah berziarah ke makam-makam keramat yang ada di daerah ini, mungkin pernahkah kalian bertanya kenapa makam keramat menggunakan kain kuning? Atau kenapa pengobatan tradisional pakai kain atau alat-alat yang berwarna kuning? Kenapa hal-hal yang sakral atau gaib selalu dikaitkan dengan warna kuning? Mengapa hal yang berhubungan dengan budaya selalu berwarna kuning? Ya, karena dalam budaya banjar warna kuning adalah warna yang sakral dan suci, contohnya seperti putri junjung buih dulu sebelum muncul dari buih air dia memintan kain kuning sebagai selendangnya. Dalam kesultanan banjar warna kuning sebagai warna besar kerajaan karena warna kuning diidentikan dengan emas yang berarti kejayaan, kekayaan kerajaan kemakmuran dan kesuksesan kerajaan. Kuning adalah lambang kedaulatan dan warna di raja (adat istiadat), kuning juga melambangkan cita-cita setinggi langit dan semangat juang...
SEJARAH TUGU 9 NOVEMBER Dan Monumen DI JL DI PANJAITAN Tau  tidak  dengan Tugu 9 November di Kota Banjarmasin? Di Kota Banjarmasin  terdapat sebuah Tugu 9 November dan Monumen Pertempuran, Tugu 9 November ini terletak di depan jembatan pengambangan Banjarmasin sedangkan Monumen nya berlokasi di Jl DI Panjaitan di pojok Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin. Tugu dan Monumen ini di bangun untuk menjadi penanda bahwa dulu pernah terjadi suatu peristiwa yang sama, namun maksud pembangunanya berbeda. Tugu 9 November di pengambangan dibangun sebagai penanda bahwa disitu merupakan markas perjuangan pada massanya, sedangkan Monumen di Jl DI Panjaitan di bangun sebagai penanda bahwa dulu pernah terjadi sebuah peristiwa pertempuran antara pejuang melawan tentara NICA. Tepat hari jum’at tanggal 9 November 1945 ada sembilan orang pejuang yang gugur dalam pertempuran itu mereka adalah Badran, Badrun, Utuh, Umar, Tarin, Jumain, Sepa, Dulah dan Pa’ma’rupi, nama m...